BLANTERORIONv101

Ilmu Komunikasi Intrapribadi (Integrasi Komunikasi Spiritual, Komunikasi Islam, dan Komunikasi Lingkungan)

4 Juni 2026
Penulis: Dr. Armawati Arbi, M.Si.
Penerbit: Kencana
Kota: Jakarta
Cetakan: Ke-2, Maret 2020
ISBN: 978-602-422-658-9
Halaman: xiv, 334
Harga: Rp. 90.000.00
Peresensi: Ida Rohyatul Aini


Di tengah perkembangan teknologi komunikasi dan arus informasi yang semakin kompleks, manusia sering kali lebih sibuk membangun komunikasi dengan dunia luar dibandingkan dengan dirinya sendiri. Padahal, kemampuan memahami, mengelola, dan berdialog dengan diri merupakan fondasi utama dalam membangun hubungan sosial, spiritual, dan lingkungan yang sehat. Dalam konteks inilah buku Komunikasi Intrapribadi: Integrasi Komunikasi Spiritual, Komunikasi Islam, dan Komunikasi Lingkungan karya Armawati Arbi hadir sebagai karya akademik yang menawarkan perspektif mendalam mengenai komunikasi intrapribadi dari sudut pandang multidisipliner.

Buku ini tidak hanya membahas komunikasi intrapribadi dalam pendekatan psikologis dan komunikasi modern, tetapi juga mengintegrasikannya dengan nilai-nilai spiritual Islam dan kesadaran lingkungan. Penulis berusaha menunjukkan bahwa komunikasi manusia dengan dirinya sendiri memiliki keterkaitan erat dengan kualitas hubungan manusia terhadap Tuhan, sesama manusia, dan alam sekitar.

Sebagai akademisi di bidang komunikasi, Armawati Arbi menyajikan pembahasan secara sistematis, teoritis, dan reflektif. Buku ini terdiri dari 14 bab, dengan berbagai pembahasan yang menguraikan konsep dasar komunikasi intrapribadi, proses pembentukan persepsi dan kesadaran diri, komunikasi spiritual dalam Islam, hingga relasi manusia dengan lingkungan hidup. Dengan demikian, buku ini bukan hanya relevan bagi mahasiswa komunikasi, tetapi juga bagi pemerhati pendidikan, dakwah, psikologi, dan kajian sosial keislaman.

Secara umum, buku ini menjelaskan bahwa komunikasi intrapribadi merupakan proses komunikasi yang berlangsung di dalam diri individu melalui aktivitas berpikir, merenung, menilai, dan memaknai pengalaman hidup. Penulis menegaskan bahwa kualitas komunikasi internal seseorang akan memengaruhi perilaku, pengambilan keputusan, serta hubungan sosialnya.

Pada bagian awal, penulis menguraikan konsep dasar komunikasi intrapribadi (KIP) beserta unsur-unsurnya, seperti persepsi, sensasi, memori, dan proses berpikir. Pembahasan ini penting karena memberikan dasar teoritis mengenai bagaimana manusia memahami realitas melalui proses mental dan pengalaman pribadi. Penjelasan disampaikan dengan bahasa ilmiah yang cukup sistematis sehingga memudahkan pembaca memahami kerangka komunikasi intrapribadi secara akademik.

Bagian berikutnya membahas komunikasi spiritual sebagai bentuk komunikasi manusia dengan Tuhan dan dengan nurani dirinya sendiri. Penulis mengaitkan konsep intrapribadi dengan ajaran Islam, terutama melalui aktivitas muhasabah, dzikir, doa, dan kesadaran moral. Dalam bagian ini terlihat bahwa buku tidak sekadar membahas teori komunikasi secara umum, tetapi juga mengintegrasikan nilai religius sebagai pendekatan pembentukan karakter manusia.

Salah satu gagasan menarik dalam buku ini adalah hubungan antara komunikasi intrapribadi dan komunikasi lingkungan. Penulis menekankan bahwa kesadaran manusia terhadap lingkungan lahir dari kesadaran batin dan nilai yang tertanam dalam diri individu. Ketika manusia mampu membangun komunikasi intrapribadi yang baik, maka akan muncul sikap empati, tanggung jawab sosial, dan kepedulian terhadap kelestarian alam. Perspektif ini menjadi nilai tambah karena jarang ditemukan dalam buku komunikasi intrapribadi pada umumnya.

Dari segi kekuatan, buku ini memiliki landasan teoritis yang kuat serta didukung oleh pendekatan integratif antara komunikasi, spiritualitas Islam, dan lingkungan hidup. Penulis berhasil mengembangkan pembahasan yang tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga reflektif dan kontekstual dengan kehidupan masyarakat modern. Selain itu, penggunaan perspektif Islam menjadikan buku ini memiliki ciri khas tersendiri dibandingkan buku komunikasi intrapribadi lainnya.

Kekuatan lain terletak pada keberanian penulis menghubungkan komunikasi dengan dimensi moral dan ekologis. Hal ini menunjukkan bahwa komunikasi bukan sekadar pertukaran pesan, melainkan proses pembentukan kesadaran manusia secara menyeluruh.

Namun demikian, buku ini juga memiliki beberapa kelemahan. Pembahasan yang cukup teoritis dan padat menyebabkan sebagian bagian terasa berat bagi pembaca umum. Banyaknya istilah akademik membuat buku ini lebih mudah dipahami oleh kalangan mahasiswa atau akademisi dibanding masyarakat awam. Selain itu, beberapa pembahasan masih dominan berupa uraian konseptual sehingga contoh-contoh praktis dalam kehidupan sehari-hari belum terlalu banyak dikembangkan.

Di samping itu, struktur pembahasan dalam beberapa bagian terasa cukup panjang, sehingga membutuhkan konsentrasi tinggi saat membaca. Akan lebih menarik apabila penulis menyisipkan lebih banyak ilustrasi kasus, penelitian lapangan, atau pengalaman empiris agar pembaca lebih mudah mengaitkan teori dengan realitas sosial.

Secara keseluruhan, buku Komunikasi Intrapribadi: Integrasi Komunikasi Spiritual, Komunikasi Islam, dan Komunikasi Lingkungan merupakan karya akademik yang bernilai penting dalam pengembangan studi komunikasi di Indonesia. Buku ini menawarkan pendekatan yang holistik dengan menghubungkan aspek psikologis, spiritual, sosial, dan ekologis dalam komunikasi manusia.

Melalui buku ini, pembaca diajak memahami bahwa komunikasi intrapribadi bukan hanya proses berpikir dalam diri, tetapi juga sarana membangun kesadaran moral, spiritualitas, dan tanggung jawab sosial. Penulis berhasil menunjukkan bahwa kualitas hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan lingkungan sangat dipengaruhi oleh kualitas dialog batin seseorang.

Buku ini sangat direkomendasikan bagi mahasiswa ilmu komunikasi, dosen, peneliti, aktivis dakwah, serta pembaca yang tertarik pada kajian komunikasi Islam dan pengembangan karakter manusia. Meskipun pembahasannya cukup akademik, isi buku memberikan wawasan yang mendalam dan relevan dengan tantangan kehidupan modern yang semakin kompleks dan individualistis.

Pada akhirnya, buku ini tidak hanya memperkaya kajian komunikasi secara teoritis, tetapi juga mengajak pembaca melakukan refleksi diri mengenai bagaimana manusia membangun makna hidup melalui komunikasi dengan dirinya sendiri, dengan Tuhan, dan dengan alam

Biografi Peresensi

Ida Rohyatul Aini, guru di Faradisa Islamic School dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum di SMP Islam Faradisa. Menyelesaikan S1 di Institut Agama Islam Hamzanwadi dan S2 Pendidikan Agama Islam di Universitas Islam Lampung. Ia juga founder Bale Edukasi HaAza, wadah edukasi yang berfokus pada pengembangan budaya belajar, membaca, dan menulis.


Terus Menulis
Komunitas belajar bersama membudayakan aktivitas meneliti dan menulis ilmiah untuk membumikan gagasan dan memperluas cakupan pembaca

Komentar