BLANTERORIONv101

Sinergi Sekolah dan Orang Tua: SMKN 4 Kota Tangerang Selatan Gelar Sosialisasi Program Kelas XII Jurusan Layanan Kesehatan dan DPIB

10 Agustus 2026

(Gambar : Dokumen Pribadi Penulis)


TANGERANG SELATAN  Memasuki tahun ajaran 2026/2027, SMK Negeri 4 Kota Tangerang Selatan bergerak cepat untuk menyamakan persepsi dan membangun sinergi dengan orang tua siswa kelas XII. Pada Kamis, 30 Juli 2026, pihak sekolah menyelenggarakan sosialisasi program kegiatan sekolah khusus untuk orang tua siswa kelas XII Jurusan Layanan Kesehatan dan Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB).
Bertempat di ruang serbaguna sekolah, acara berlangsung dengan penuh antusiasme. Mengingat banyaknya peserta yang hadir, ruangan disiasati dengan membuka dua kelas yang terpisah menggunakan rolling door portable. Para orang tua pun duduk dengan rapi di kursi tanpa meja demi memaksimalkan kapasitas ruangan agar seluruh undangan dapat tertampung dengan nyaman.
Acara diawali dengan sambutan hangat dan penuh motivasi dari Ketua Komite Sekolah, Ibu Sri Hartini Mandji. Dengan penuh semangat, beliau membuka arahannya lewat jargon yang membakar semangat ruangan. "SMKN 4, Kita hebat, kita bahagia, penuh cinta..." ucap Sri Mandji disambut tepuk tangan riuh para hadirin. Dalam kesempatan tersebut, beliau mengajak seluruh orang tua untuk aktif mendukung penuh setiap program sekolah yang dirancang demi masa depan anak-anak, termasuk salah satunya adalah persiapan program pelepasan siswa kelas XII di akhir tahun pelajaran nanti.
Senada dengan Ketua Komite, Kepala SMKN 4 Kota Tangerang Selatan, M. Akrom, S.Pd., M.Pd., menekankan pentingnya kesiapan mental dan keterampilan siswa setelah lulus. Dalam sambutannya, beliau memaparkan konsep masa depan lulusan SMK yang ia sebut dengan istilah "BMW".
"Lulusan SMK itu harus punya BMW. Maksudnya adalah Bekerja, Melanjutkan kuliah, atau Wirausaha. Kita persiapkan mereka dengan matang agar setelah lulus nanti, anak-anak kita langsung terserap di tiga jalur tersebut, dan tidak menjadi penyumbang angka pengangguran di negeri ini," tegas M. Akrom.
Memasuki acara inti, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Arita Dewanti, S.T., memaparkan kalender akademik kelas XII yang sangat padat. Arita menegaskan bahwa di semester ganjil ini, waktu efektif belajar siswa di sekolah terbilang sangat singkat.
"Anak-anak kelas XII di semester ganjil ini hanya aktif belajar di kelas selama satu setengah bulan saja. Awal September nanti, mereka sudah harus berangkat melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) selama empat bulan," jelas Arita.
Ia menambahkan, setelah kembali dari PKL, rentetan tugas berat telah menanti, mulai dari menyusun serta mempresentasikan laporan PKL, mengikuti Asesmen Nasional (AN) dan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai program pemerintah untuk kelas akhir pada bulan November, hingga menghadapi Uji Kompetensi Keahlian (UKK) jurusan serta Ujian Sekolah. Mengingat padatnya jadwal tersebut, Arita mengimbau orang tua untuk ekstra ketat memperhatikan kondisi putra-putrinya, baik dari sisi menjaga kesehatan fisik maupun pendampingan psikologis di rumah.
Dari sisi kedisiplinan, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Abdurrahman Wahid, mengingatkan bahwa status sebagai siswa tingkat akhir tidak memberikan kelonggaran dalam menaati aturan. Ia meminta para siswa tetap patuh pada tata tertib sekolah demi menjaga marwah diri dan menjadi contoh serta teladan yang baik bagi adik-adik kelas mereka.
Sebelum berlanjut ke agenda berikutnya, pembawa acara membuka sesi tanya jawab. Karena keterbatasan waktu, sesi ini dibatasi hanya untuk dua orang penanya dari perwakilan orang tua murid yang ingin mengklarifikasi teknis pelaksanaan PKL dan menjelasan mendalam mengenai Visi Sekolah.
Setelah seluruh rangkaian acara di ruang serbaguna selesai, para orang tua siswa diarahkan menuju ruang kelas yang telah ditentukan. Di sana, agenda dilanjutkan dengan koordinasi yang lebih spesifik bersama wali kelas masing-masing, sekaligus pembentukan struktur Koordinator Kelas (Korlas) demi kelancaran komunikasi selama satu tahun ke depan.

Penulis: Muhammad Khotib, S.Th.I 
(Guru PAI SMK Negeri 4 Kota Tangerang Selatan)

 

Komentar