BOGOR — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Tajurhalang Kabupaten Bogor resmi menggelar Musyawarah Kerja Kecamatan (Mukercam) V yang berlangsung selama dua hari, Selasa hingga Rabu (11–12 Agustus 2026), bertempat di Villa H. Abdul Majid, Cisarua, Bogor.
Mengusung tema “Bersinergi dalam Khidmat, Bersatu dalam Membina Umat”, forum strategis ini dihadiri oleh jajaran pengurus MUI Kecamatan Tajurhalang serta jajaran KSB (Ketua, Sekretaris, Bendahara) MUI dari tingkat desa se-Kecamatan Tajurhalang.
Rangkaian acara diawali dengan suasana khidmat melalui pembacaan Kitab Simtuddurar oleh KH. Sugandi, dilanjutkan pembukaan oleh MC Elan Jaelani Sidiq, pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Ustadz Dedi Irawan, M.Pd., serta pengumandangan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipandu oleh Ibu Nurlaela.
Ketua MUI Kecamatan Tajurhalang, KH. Ahmad Dimyatie, S.Ag., dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga soliditas dan semangat berkhidmat untuk masyarakat. Ia menegaskan bahwa pembinaan umat yang berkelanjutan hanya bisa terwujud jika seluruh elemen keagamaan bergerak dalam satu visi.
Dukungan terhadap langkah MUI juga datang dari unsur jajaran Muspika dan instansi terkait. Kapolsek Tajurhalang, Iptu Raden Suwito, menggarisbawahi pentingnya peran ulama dalam menjaga kondusifitas lingkungan, keamanan wilayah, serta perhatian bersama terhadap benteng moral generasi muda. Sementara itu, Kepala KUA Tajurhalang, H. Shilahuddin Nur, S.Ag., menyampaikan komitmennya untuk memperkuat sinergi antara Ulama dan Umara (pemerintah), salah satunya melalui kolaborasi program bimbingan pra-nikah demi menciptakan ketahanan keluarga. Pesan penguatan organisasi juga ditegaskan oleh Dewan Pembina MUI Tajurhalang, Drs. H. Nurhalim, M.Pd.
11 Program Prioritas Ditetapkan
Dalam sesi pemaparan program kerja, Sekretaris MUI Tajurhalang, Ustadz Asmuni, S.Th.I., merincikan 11 Program Prioritas yang akan menjadi pilar pergerakan MUI Kecamatan Tajurhalang ke depan:
- Silaturahmi Ulama-Umara: Menguatkan komunikasi berkala antara MUI, Muspika, aparatur desa, hingga tingkat RT/RW dan kader organisasi.
- Syahriahan Internal: Silaturahim, musyawarah, dan kajian kitab rutin bulanan antar-pengurus yang digilir di kediaman pengurus.
- Daurah Janaiz: Pelatihan pemulasaraan jenazah—khususnya jenazah wanita—bekerja sama dengan BKMT.
- Tim Khutbah dan Iddain: Pembentukan tim khatib MUI Kecamatan untuk mengisi mimbar-mimbar Jumat dan hari raya di desa-desa.
- Pembentukan Remaja Masjid Tingkat Kecamatan: Wadah pembinaan pemuda masjid se-Kecamatan bekerja sama dengan DMI dan Masjid Besar.
- Buku Saku Panduan Pernikahan: Penyusunan materi edukasi dan pengisian bimbingan pra-nikah rutin di KUA Tajurhalang.
- Pengembangan Media Sosial MUI: Optimalisasi syiar Islam digital melalui pengelolaan akun resmi Facebook, Instagram, TikTok, dan YouTube.
- Madrasah Kader Dakwah (MAKDA): Program pembinaan ustadz, ustadzah, dan mubaligh untuk meningkatkan kualitas materi dakwah.
- Ziarah Kubro dan Waliyullah: Ziarah makam ulama lokal jelang Ramadhan serta ziarah ke makam para wali di Nusantara.
- Umat Berdaya: Program pemberdayaan ekonomi meliputi pendataan UMKM warga, pelatihan etika bisnis dan Fiqih Muamalah, pendampingan sertifikasi halal, hingga promosi usaha.
- Pembinaan Mualaf: Pelayanan proses ikrar syahadat bersertifikat, pendampingan ikhtiar aqidah dan ibadah dasar, serta penyaluran bantuan sosial bekerja sama dengan BAZNAS dan LAZ.
Sebagai penopang keberhasilan seluruh agenda tersebut, MUI Tajurhalang juga meluncurkan Bank Data Keumatan, sebuah sistem pendataan terpadu yang mencakup potensi sarana ibadah, lembaga pendidikan, tokoh agama, hingga organisasi keislaman di seluruh wilayah Kecamatan Tajurhalang.
Penulis:
Elan Jaelani Sidiq, M.Pd (Ketua Terus Menulis, Anggota MUI Kecamatan Tajurhalang - Bogor)
.jpg)
Social Media