(Gambar : Dokumen Pribadi Penulis)
BOGOR – Dalam upaya menggali kembali sejarah dan keteladanan kehidupan Nabi Muhammad SAW, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Rizqon Hasanah sukses menggelar Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H. Acara yang berlangsung khidmat pada Minggu (23/8/2026) ini dipusatkan di lingkungan Perumahan Bumi Citra Asri dan Griya Permata Tonjong, Desa Tonjong, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor.
Kegiatan yang dirancang untuk seluruh kalangan usia ini bertujuan mengenalkan sosok Rasulullah sejak dini, sekaligus memupuk kecintaan umat terhadap nabinya. Sejak pagi hari, antusiasme warga sudah terlihat dengan hadirnya lebih dari 50 peserta anak-anak beserta orang tua mereka dan segenap jamaah masjid.
Mengusung tema kebanggaan "Muhammad ku, Nabi ku, Muhammad ku Teladan ku", panitia menyelenggarakan berbagai perlombaan kreativitas anak. Suasana ceria mewarnai kompetisi ketika anak-anak usia 3 hingga 6 tahun berlomba mewarnai kaligrafi berlafadzkan Muhammad SAW. Sementara itu, anak-anak usia 7 hingga 9 tahun fokus mewarnai sketsa suasana kegembiraan Maulid. Bagi peserta yang lebih besar, yakni usia 10 hingga 13 tahun, mereka unjuk kebolehan menggambar kaligrafi yang dipadukan dengan pemandangan alam, mengilustrasikan keagungan Nabi sebagai Rahmatan lil 'Alamin.
Kemeriahan peringatan ini berlanjut hingga malam hari. Selepas shalat Maghrib berjamaah, bapak-bapak, ibu-ibu, dan para remaja berkumpul melantunkan shalawat bersama yang menggema syahdu hingga waktu Isya tiba. Puncak acara kemudian diisi dengan pengajian umum dan tausiah yang disampaikan langsung oleh Ketua DKM Masjid Rizqon Hasanah, Ustadz Elan Jaelani Sidiq, M.Pd.
Di hadapan para jamaah, Ustadz Elan membedah kisah perjalanan hidup Rasulullah dengan merujuk pada kitab Maulid Al-Barzanji karya Syaikh Ja'far Al-Barzanji. Beliau menjabarkan lima fase keagungan Sang Nabi, dimulai dari kemuliaan nasab dan terpancarnya Nur Muhammad yang terjaga kesuciannya, hingga peristiwa-peristiwa luar biasa (Irhas) yang menyertai kelahirannya, seperti runtuhnya 14 tiang istana Kisra Persia.
Lebih lanjut, beliau juga menceritakan keberkahan Ilahi yang senantiasa menaungi masa kecil Nabi, keluhuran akhlaknya yang melahirkan gelar 'Al-Amin', hingga puncak keistimewaannya sebagai penutup para nabi (Khatamun Nabiyyin) yang diamanahkan mukjizat Isra' Mi'raj serta pemilik Syafaat Agung di hari kiamat kelak.
Melalui seluruh rangkaian peringatan ini, DKM Masjid Rizqon Hasanah menaruh harapan besar agar masyarakat tidak hanya mengenal sejarah, tetapi juga tergerak dan termotivasi untuk menghidupkan sunnah-sunnah Nabi dalam kehidupan sehari-hari. Memperbanyak shalawat menjadi pesan penting yang ditekankan di penghujung acara sebagai wujud cinta nyata kepada Rasulullah, dengan rida dan syafaatnya menjadi tujuan akhir yang dinantikan kelak.
Penulis:
Elan Jaelani Sidiq, S.Pd.I., M.Pd
(Ketua Terus Menulis, Ketua DKM Masjid Rizqon Hasanah)

Social Media