Di balik pintu ruang
kelas SDN Muncul 1 Kota Tangerang Selatan, jarum jam dinding persis menyentuh
angka satu siang. Udara hangat khas tengah hari menyusup pelan melalui
selang-selang jendela, bercampur dengan aroma kertas dan derit halus kursi besi
modifikasi kayu yang digeser. Di dalam ruangan itu, beberapa Guru Pendidikan
Agama Islam (GPAI) dari wilayah Setu telah berkumpul. Layar-layar laptop yang
menyala memancarkan cahaya kebiruan, memantulkan bayangan wajah-wajah yang
penuh keseriusan sekaligus antusiasme.
Di depan ruangan, duduk sosok Pengawas Guru
PAI yang baru, Bapak Sahroni, M.Pd.Meskipun ini menjadi momen perkenalan ke dua
bagiku namun ada juga perdana untuk beberapa para guru, perawakannya yang
bersahaja langsung memancarkan wibawa yang alami tanpa perlu dibuat-buat.
Senyum tipis mengembang ramah di wajahnya, mengalirkan kesan terbuka dan
mengayomi. Tatapannya hangat, menyapu seluruh sudut ruangan dengan lembut,
seolah menyapa dan merangkul setiap pasang mata yang menatapnya penuh harap.
Kehadirannya sebagai pengawas baru
membawa angin segar sekaligus ketenangan tersendiri. Kehangatan sikapnya
perlahan meluluhkan rasa canggung dan mengikis kecemasan para guru yang belakangan
bergelut dengan tenggat pemutakhiran data SIAGA (Sistem
Informasi dan Administrasi Guru Agama). Tanpa
perlu banyak kata di awal, wibawa dan keramahannya mampu mengubah ketegangan di
ruang SDN Muncul 1 siang itu menjadi rasa percaya dan optimisme baru.
Kehadiran Bapak Sahroni, M.Pd., siang
itu sungguh menjadi berkah dan penyejuk bagi kami. Bagi seluruh Guru Pendidikan
Agama Islam di wilayah Setu, kedatangan beliau bukan sekadar agenda pembinaan
kedinasan dari seorang atasan. Lebih dari itu, beliau adalah sosok pengayom
yang sangat kami harapkan kehadirannya. Di layar laptop masing-masing, portal
SIAGA telah siap pada menu unggah dokumen SKMT (Surat Keterangan Melaksanakan
Tugas), sebuah tahap penting yang memerlukan kearifan, pengesahan, dan tanda
tangan resmi dari beliau agar proses administrasi kami berjalan lancar.
"Guru-guru agama kalau situasi
begini pasti dicari-cari terus saya," puji sekaligus seloroh Bapak Sahroni
disambut gelak tawa renyah yang seketika memecah ketegangan ruangan SDN Muncul
1.
Beliau melontarkan candaan itu dengan
gaya yang sangat santai, mengisyaratkan bahwa beliau sangat paham betapa
krusialnya peran tanda tangan beliau bagi nasib dan pencairan tunjangan para
guru. Kelakar hangat itu tidak hanya memancing senyum, tetapi juga meruntuhkan
dinding sekat antara pengawas dan bawahan. Dengan penuh kesabaran, beliau
melayani satu per satu lembar SKMT yang disodorkan, membubuhkan tanda tangan
dengan cermat sembari sesekali menyisipkan gurauan segar yang menyegarkan
pikiran. Kehadiran Bapak Sahroni siang itu tidak hanya menuntaskan dahaga
administrasi kami, tetapi juga membawa kehangatan yang menguatkan semangat
pengabdian para GPAI.
Begitu pena Bapak
Sahroni, M.Pd. terangkat dan meninggalkan jejak tanda tangan di atas lembaran
SKMT, lega rasanya hati kami. Tanpa membuang waktu, kami segera bergerak cepat
mengalihkan dokumen fisik tersebut ke dalam bentuk digital. Suasana ruangan SDN
Muncul 1 mendadak riuh rendah oleh bunyi ketukan jemari dan kilatan lampu
pemindai dari ponsel pintar masing-masing.
Dengan cermat dan penuh kehati-hatian,
setiap sudut kertas disesuaikan melalui aplikasi pemindai (scanner) agar
posisi dokumen presisi, tidak miring, dan seluruh tulisan serta tanda tangan
beliau terlihat sangat jelas. Bagi kami, kejernihan hasil ponsel ini sangat
menentukan agar berkas tidak ditolak oleh sistem.
Begitu lensa
kamera ponsel berhasil mengunci fokus dan memindai dengan sempurna, tombol
pemicu pun ditekan. Tanpa menunggu lama, berkas digital format PDF yang bersih
dan jernih itu langsung kami unggah (upload) ke portal SIAGA.
Langkah cepat ini menjadi penentu
penting dalam alur kerja kami siang itu. Dengan tuntasnya pengunggahan SKMT
yang telah ditandatangani oleh Bapak Sahroni, M.Pd., pintu verifikasi resmi
terbuka. Hambatan administrasi yang semula membayangi kini sirnah, memberi kami
keleluasaan penuh untuk segera beralih dan melengkapi tahapan tugas lainnya di
SIAGA, dengan perasaan tenang, mantap, dan penuh percaya diri.
Semoga kehadiran Bapak Sahroni, M.Pd.
sebagai pengawas baru di wilayah kami tidak hanya menjadi simbol pergantian
kepemimpinan, melainkan menjadi awal dari transformasi yang benar-benar membawa
angin segar. Kebijaksanaan, kehangatan, serta pendekatan humanis yang beliau
tunjukkan sejak pembinaan perdana di SDN Muncul 1 ini telah terbukti mampu
meruntuhkan dinding kaku birokrasi dan mencairkan ketegangan administrasi.
Lebih dari sekadar penyelesaian tugas-tugas teknis seperti portal SIAGA,
bimbingan beliau telah menyuntikkan kesadaran dan semangat baru di dalam jiwa
setiap Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) di Kecamatan Setu.
Dari tempat ini, tumbuh harapan mendalam
bahwa pendampingan berkelanjutan dari beliau akan menjadi simpul pengikat
kebersamaan dan pintu pembuka bagi kemudahan, keberkahan, serta kesuksesan
langkah kami ke depan. Kami merindukan sosok pengayom yang tidak hanya hadir
menagih kewajiban, tetapi juga sabar menuntun, merangkul kendala, dan
memotivasi di kala kami ragu.
Semoga arahan yang terstruktur, motivasi
yang menyejukkan, serta keteladanan yang beliau bagikan mampu memacu kami untuk
lepas dari zona nyaman, bertransformasi menjadi pendidik yang tidak hanya
adaptif terhadap perkembangan teknologi dan administrasi, tetapi juga tetap
memegang teguh profesionalisme, integritas tinggi, dan ketulusan dalam
mengemban amanah membimbing moral serta akhlak generasi penerus bangsa.
Biografi Penulis
Nurmilah, S.Pd., M.Pd
Guru UPTD SDN Kademangan 01 Kota Tangerang
Selatan
Social Media