![]() |
| Forum menentukan arah organisasi (dok. penulis) |
Tangerang Selatan - Satu tahun bukanlah
waktu yang singkat untuk sebuah perjalanan awal, namun juga belum cukup panjang
untuk merasa puas. Bagi kami di Pemuda Muhammadiyah Parungpanjang, genap satu
tahun kiprah keberadaan kami adalah sebuah momentum untuk sejenak berhenti,
menengok ke belakang, dan mengencangkan tali sepatu sebelum melangkah lebih
jauh.
Pada hari Sabtu dan Minggu, 25–26 Juli 2026, kami
memperingati Milad ke-1 Pemuda Muhammadiyah Parungpanjang dengan cara yang
berbeda. Lepas dari penatnya rutinitas harian dan hiruk-pikuk perkotaan, kami
berkumpul di alam terbuka Camp Gunung Dago, Parungpanjang. Sebuah kegiatan
bertajuk "Kemah Pencerah" dengan tema Merefleksikan Langkah,
Meneguhkan Arah. Sebagai
bagian dari barisan kader muda ini, berada di tengah-tengah rindangnya Gunung
Dago memberikan sensasi reflektif yang luar biasa.
Merajut
Kenangan dan Refleksi Perjalanan
Rangkaian
kegiatan dimulai sejak Sabtu sore. Suasana keakraban mendadak hangat
begitu tenda-tenda mulai berdiri. Agenda awal kami diisi dengan Refleksi
Perjalanan 1 Tahun. Di sesi ini, kami saling melepas senyum dan tawa mengingat
bagaimana awal mula organisasi ini berdiri. Suka, duka, dinamika internal,
hingga berbagai tantangan program kerja yang telah dijalankan selama setahun
terakhir dikupas dengan jujur. Rasa lelah yang pernah ada seolah terbayar
tuntas ketika menyadari betapa eratnya ikatan persaudaraan yang telah terbangun
di tubuh Pemuda Muhammadiyah Parungpanjang.
Kehangatan Api
Unggun dan Muhasabah Diri
Saat malam mulai
merambat turun dan udara dingin Gunung Dago menusuk tulang, kami melingkari
lidah-lidah api dalam sesi Api Unggun & Muhasabah. Di hadapan kobaran
api, suasana mendadak hening dan syahdu. Kami diajak untuk merenungkan kembali
niat awal ber-Muhammadiyah: Mengapa kita ada di sini? Apa kontribusi
nyata yang sudah kita berikan untuk umat dan bangsa? Di bawah langit
malam yang terbuka, muhasabah ini membakar semangat juang kami kembali. Api
unggun malam itu bukan sekadar pemanas tubuh, melainkan simbol nyala api dakwah
amar ma'ruf nahi munkar yang tak boleh padam di dada pemuda.
Forum
Menentukan Arah Organisasi & Penguatan Ukhuwah
Keoknya malam
berganti dengan semangat baru di pagi hari. Kami melanjutkan rangkaian agenda
dengan Forum Menentukan Arah Organisasi. Diskusi berlangsung hangat dan
konstruktif. Kami menyusun langkah-langkah strategis, mengevaluasi fokus dakwah
kepemudaan ke depan, serta mematangkan program-program inovatif yang responsif
terhadap kebutuhan masyarakat Parungpanjang.
Tidak kalah
pentingnya, sepanjang kegiatan ini sesi Penguatan Ukhuwah terasa sangat
natural. Makan bersama di atas daun pisang, bercengkerama santai di depan
tenda, hingga gelak tawa di sela-sela diskusi makin memperkokoh soliditas
antaranggota.
Tadabbur Alam:
Belajar dari Semesta
Rangkaian Kemah
Pencerah ini ditutup dengan kegiatan Tadabbur Alam. Melangkahkan kaki menyusuri
keindahan alam Gunung Dago membuat kami menyadari betapa kecilnya manusia di
hadapan Sang Pencipta. Tadabbur ini mengajarkan kami bahwa dakwah Pemuda
Muhammadiyah harus selalu menyatu dengan alam dan lingkungan sekitar—menjadi
rahmat bagi semesta alam (rahmatan lil 'alamin).
Awal dari
Perjalanan Baru
Kemah Pencerah
Milad 1 Tahun ini bukan sekadar perayaan ulang tahun biasa, melainkan titik
balik (milestone) penting bagi Pemuda Muhammadiyah Parungpanjang. Kami
pulang dari Gunung Dago tidak hanya membawa pakaian kotor atau kenangan foto
bersama, tetapi membawa semangat baru, arah organisasi yang semakin jelas,
serta ukhuwah yang kian erat. Satu tahun pertama telah kita lewati
bersama. Kini, mari kita tatap masa depan dengan dada tegap dan niat yang
lurus. Mari terus hadir dan jadi bagian dari perjalanan baru ini. Fastabiqul
Khairat!
Ikhwan Fauzi, dosen Universitas Pamulang

Social Media