BLANTERORIONv101

Ketua MUI Tajurhalang Pimpin Salat Istisqa’, Ajak Jamaah Perbanyak Istighfar

18 September 2026

 

(Gambar : Dokumentasi Pribadi Penulis)

Tajurhalang, 18 September 2026 — Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Tajurhalang, KH. Ahmad Dimyatie, S.Ag, menjadi imam sekaligus khatib dalam pelaksanaan Salat Istisqa’ yang diselenggarakan oleh Camat Tajurhalang di halaman Kantor Kecamatan Tajurhalang, Jumat, 18 September 2026, pukul 08.00 WIB. Di antara jamaah yang hadir adalah Camat Tajurhalang, Sekcam, Sekdes dan Kaur Desa.

Salat Istisqa’ dilaksanakan sebagai ikhtiar bersama untuk memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan, di tengah kondisi kekeringan dan berkurangnya ketersediaan air.

Dalam khutbahnya, KH. Ahmad Dimyatie mengajak seluruh jamaah untuk memperbanyak istighfar, bertaubat, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Ia menyampaikan bahwa kondisi kekeringan hendaknya menjadi momentum bagi umat Islam untuk melakukan introspeksi dan kembali memohon pertolongan kepada Allah.

“Perbanyak istighfar. Mari kita memohon ampun kepada Allah dan memperbaiki diri. Semoga Allah SWT mengangkat kesulitan yang kita hadapi dan menurunkan hujan yang membawa manfaat serta keberkahan,” pesannya.

KH. Ahmad Dimyatie mengingatkan jamaah tentang firman Allah SWT dalam Al-Qur’an:

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا ۝ يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا

“Maka aku berkata kepada mereka: Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sungguh Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu.” (QS. Nuh: 10–11)

Menurutnya, istighfar bukan sekadar ucapan di lisan, tetapi harus disertai dengan kesungguhan untuk bertaubat, meninggalkan kemaksiatan, memperbaiki hubungan dengan sesama, serta meningkatkan amal kebajikan.

Selain memperbanyak istighfar dan doa, masyarakat juga diajak untuk menjaga lingkungan dan menggunakan air secara bijak. Sumber-sumber air perlu dijaga agar tetap memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat.

Pelaksanaan Salat Istisqa’ berlangsung dengan khidmat. Jamaah bersama-sama menundukkan diri dan memanjatkan doa kepada Allah SWT, memohon agar hujan segera diturunkan dan kekeringan dapat berakhir.

Kegiatan ini menjadi momentum sinergi antara pemerintah Kecamatan Tajurhalang, MUI, dan masyarakat dalam menghadapi kondisi kekeringan melalui ikhtiar lahir dan batin.

“Semoga Allah menerima doa dan istighfar kita, mengampuni dosa-dosa kita, serta menurunkan hujan yang cukup, bermanfaat, dan penuh keberkahan bagi masyarakat Tajurhalang, "Pungkas Kiai Dim.

Penulis :

Ustadz Asmuni Marzuki, S.Th.I (Sekretaris MUI Kecamatan Tajurhalang Bogor)

Komentar