Penulis : Fazlur Rahman
Penerjemah : Munir A. Muin
Penyunting : Ammar Haryono
Desain
Sampul : A. Noe'man
Penerbit : Penerbit PUSTAKA, Bandung
Kota : Bandung – Jawa Barat
Tahun
Terbit : Cetakan I, 1421 H / 2000 M
Hak cipta
asli : State University of New York,
1975
Halaman : xxvi + 359 halaman
Peresensi : Elan Jaelani Sidiq, S.Pd.I., M.Pd
Sinopsis
& Fokus Utama
Buku ini
merupakan kajian kritis dan analitis mendalam dari pemikir Muslim kenamaan, Fazlur
Rahman, terhadap mahakarya filsuf Persia Mulla Shadra (Shadr al-Din
al-Syirazi, w. 1641 M)—terutama yang tertuang dalam karya monumentalnya, al-Asfar
al-Arba'ah. Karya ini hadir untuk membongkar mitos akademis Barat yang
menganggap bahwa tradisi filsafat Islam telah "mati" setelah kritik
keras Imam al-Ghazali pada abad ke-11.
Fazlur
Rahman menunjukkan bahwa Mulla Shadra justru berhasil membangun sintesis
filosofis orisinal yang menggabungkan tradisi Peripatetik (Masysya'i Ibnu
Sina), Iluminasionisme (Isyraqiyyah Suhrawardi), dan mistisisme/tasawuf
Ibnu 'Arabi dengan landasan logika murni serta intuisi intelektual. Buku ini
terbagi ke dalam tiga pokok bahasan besar:
1. Ontologi: Mengulas gagasan revolusioner Shadra mengenai keutamaan wujud (ashalat al-wujud), ambiguitas/gradasi wujud (tasykik al-wujud), hubungan sebab-akibat, serta teori gerak substansial (al-harakah al-jauhariyyah).
2. Teologi: Membedah hakikat Tuhan, pembuktian wujud, keesaan, hingga diskursus seputar sifat-sifat Tuhan, kehendak Ilahi, dan kalam wahyu.
3. Psikologi & Eskatologi: Menganalisis hakikat jiwa manusia, teori pengetahuan (epistemologi), persepsi inderawi, imajinasi, intelek, hingga kebangkitan jasmani dan alam pascakematian.
- Kajian Mendalam & Rasional: Penulis tidak sekadar merangkum aspek mistik atau sufistik yang sering kali mengaburkan inti pemikiran Shadra, melainkan membedahnya secara logis-filosofis dan akademis.
- Komparasi Kritis: Pada bagian Epilog, Penulis membandingkan ontologi Shadra dengan arus filsafat modern Barat (seperti eksistensialisme dan filsafat proses Bergson/Hegel), seraya memberi catatan kritis agar pembaca tidak gegabah mencampuradukkan konteks historis keduanya.
- Sistematika Jelas: Struktur bab terbagi secara runut dari fondasi metafisika mendasar hingga persoalan eskatologi.
Kelemahan
Bahasa Konseptual
yang Padat: Sebagai karya filsafat tingkat lanjut, buku ini
memuat banyak terminologi teknis metafisika klasik Islam yang cukup berat bagi
pembaca awam tanpa latar belakang pengantar filsafat Islam.
Rekomendasi
Filsafat Sadra adalah rujukan
akademis yang sangat berharga bagi peminat kajian filsafat Islam, teologi, dan
metafisika. Buku ini mempertegas bahwa dinamisasi pemikiran intelektual Islam
tetap hidup dan mencapai salah satu puncak tertingginya di tangan Mulla Shadra.
Biografi
Peresensi
Elan Jaelani Sidiq, guru di SD Islam Al Syukro Universal dan
dosen di Institut Agama Islam Suryani Thaher dan STAINU Tajurhalang Bogor.
Selain itu, ia juga merupakan pendiri dan ketua komunitas "Terus
Menulis"
Social Media