BLANTERORIONv101

Filsafat Sadra The Philosophy of Mulla Shadra (Shadr al-Din al-Syirazi)

10 September 2026

 

Penulis             : Fazlur Rahman

Penerjemah      : Munir A. Muin 

Penyunting       : Ammar Haryono

Desain Sampul : A. Noe'man

Penerbit            : Penerbit PUSTAKA, Bandung

Kota                 : Bandung – Jawa Barat

Tahun Terbit    : Cetakan I, 1421 H / 2000 M

Hak cipta asli   : State University of New York, 1975

Halaman          : xxvi + 359 halaman

Peresensi         : Elan Jaelani Sidiq, S.Pd.I., M.Pd

 

Sinopsis & Fokus Utama

Buku ini merupakan kajian kritis dan analitis mendalam dari pemikir Muslim kenamaan, Fazlur Rahman, terhadap mahakarya filsuf Persia Mulla Shadra (Shadr al-Din al-Syirazi, w. 1641 M)—terutama yang tertuang dalam karya monumentalnya, al-Asfar al-Arba'ah. Karya ini hadir untuk membongkar mitos akademis Barat yang menganggap bahwa tradisi filsafat Islam telah "mati" setelah kritik keras Imam al-Ghazali pada abad ke-11.

Fazlur Rahman menunjukkan bahwa Mulla Shadra justru berhasil membangun sintesis filosofis orisinal yang menggabungkan tradisi Peripatetik (Masysya'i Ibnu Sina), Iluminasionisme (Isyraqiyyah Suhrawardi), dan mistisisme/tasawuf Ibnu 'Arabi dengan landasan logika murni serta intuisi intelektual. Buku ini terbagi ke dalam tiga pokok bahasan besar:

1.  Ontologi: Mengulas gagasan revolusioner Shadra mengenai keutamaan wujud (ashalat al-wujud), ambiguitas/gradasi wujud (tasykik al-wujud), hubungan sebab-akibat, serta teori gerak substansial (al-harakah al-jauhariyyah).

2.   Teologi: Membedah hakikat Tuhan, pembuktian wujud, keesaan, hingga diskursus seputar sifat-sifat Tuhan, kehendak Ilahi, dan kalam wahyu.

3.  Psikologi & Eskatologi: Menganalisis hakikat jiwa manusia, teori pengetahuan (epistemologi), persepsi inderawi, imajinasi, intelek, hingga kebangkitan jasmani dan alam pascakematian.

   
     Kelebihan
  1. Kajian Mendalam & Rasional: Penulis tidak sekadar merangkum aspek mistik atau sufistik yang sering kali mengaburkan inti pemikiran Shadra, melainkan membedahnya secara logis-filosofis dan akademis.
  2. Komparasi Kritis: Pada bagian Epilog, Penulis membandingkan ontologi Shadra dengan arus filsafat modern Barat (seperti eksistensialisme dan filsafat proses Bergson/Hegel), seraya memberi catatan kritis agar pembaca tidak gegabah mencampuradukkan konteks historis keduanya.
  3. Sistematika Jelas: Struktur bab terbagi secara runut dari fondasi metafisika mendasar hingga persoalan eskatologi.

      Kelemahan

Bahasa Konseptual yang Padat: Sebagai karya filsafat tingkat lanjut, buku ini memuat banyak terminologi teknis metafisika klasik Islam yang cukup berat bagi pembaca awam tanpa latar belakang pengantar filsafat Islam.

 

Rekomendasi

Filsafat Sadra adalah rujukan akademis yang sangat berharga bagi peminat kajian filsafat Islam, teologi, dan metafisika. Buku ini mempertegas bahwa dinamisasi pemikiran intelektual Islam tetap hidup dan mencapai salah satu puncak tertingginya di tangan Mulla Shadra.


Biografi Peresensi

Elan Jaelani Sidiq, guru di SD Islam Al Syukro Universal dan dosen di Institut Agama Islam Suryani Thaher dan STAINU Tajurhalang Bogor. Selain itu, ia juga merupakan pendiri dan ketua komunitas "Terus Menulis"

Komentar