BLANTERORIONv101

Keberkahan Al-Quran (Tafsir Tematik Kontemporer)

17 Oktober 2026

 


Penulis            : Dr. K.H. Ahsin Sakho Muhammad

Penerbit          : PT Qaf Media Kreativa (QAF)

Cetakan           : I, Juni 2017

ISBN               : 978-602-60244-6-6

Halaman         : 395 halaman

Peresensi        : Elan Jaelani Sidiq, S.Pd.I., M.Pd

 

Pendahuluan

Buku Tafsir Tematik Kontemprer Keberkahan Al-Qur'an Memahami Tema-Tema Penting Kehidupan dalam Terang Kitab Suci, , merupakan sebuah karya yang berusaha mengundang Al-Qur'an untuk berbicara secara langsung mengenai berbagai problem dan tantangan yang dihadapi oleh masyarakat saat ini. Ditulis oleh Dr. K.H. Ahsin Sakho Muhammad, yang juga dikenal sebagai salah satu ulama qiraat dan mufasir ternama di Indonesia, buku ini ditulis dengan menggunakan metode tafsir tematik. Melalui pendekatan ini, penulis memilih topik-topik spesifik yang relevan dengan keseharian, lalu menghimpun ayat-ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan topik tersebut untuk dikupas secara mendalam. Isi dan Pembahasan Buku Secara keseluruhan, buku ini sangat kaya karena membedah lebih dari tiga puluh topik menarik yang disusun secara sistematis ke dalam empat bagian utama:

Bagian Satu: Peranan Al-Qur'an Sebagai Penuntun Kehidupan Manusia Pada bagian pembuka ini, pembaca diajak untuk mengenali esensi dari keberkahan Al-Qur'an itu sendiri. Al-Qur'an diposisikan tidak hanya sebagai bacaan, melainkan sebagai petunjuk dan kitab revolusi yang mampu mengubah kehidupan manusia dari masa ke masa.

Bagian Dua: Tuntunan Al-Qur'an Tentang Makna Hidup dan Bekal Kehidupan Bagian ini menyentuh masalah eksistensial dan spiritual manusia. Penulis menguraikan konsep kekhalifahan manusia di bumi, pentingnya membangun karakter, dan pandangan Islam terhadap ilmu pengetahuan (baik agama maupun umum). Di samping itu, Al-Qur'an juga memberikan pemahaman yang mendalam tentang bagaimana menyikapi penderitaan, musibah, hingga rahasia di balik waktu.

Bagian Tiga: Tuntunan Al-Qur'an Tentang Kehidupan Perempuan dan Keluarga Merespons dinamika dan tantangan kehidupan keluarga yang kian hari tidak ringan, bagian ketiga memberikan porsi khusus terkait perempuan. Topik yang diangkat sangat beragam, mulai dari kemerdekaan dan karakter perempuan, jilbab dan kehormatan, hingga kedudukan suami dan istri di dalam rumah tangga. Lebih lanjut, diulas pula panduan krusial mengenai cara mendidik anak agar lahir sebuah "Generasi Qur'ani".

Bagian Empat: Tuntunan Al-Qur'an Tentang Kehidupan Sosial dan Kebangsaan Pada bagian pamungkas, spektrum bahasan diperluas untuk menata tatanan masyarakat dan negara demi terwujudnya peradaban baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Penulis membahas isu-isu kontemporer sosial yang sangat relevan, seperti manfaat silaturahim, batas-batas toleransi beragama, akar radikalisme, penistaan agama, bahaya miras dan narkoba, hingga tantangan modernitas dalam berbangsa dan bernegara.

Kelebihan

Daya tarik utama buku ini terletak pada metode tematiknya yang membuatnya sangat aplikatif. Pembaca tidak perlu membaca tafsir berurutan dari surah ke surah yang mungkin terasa berat, melainkan bisa langsung mencari topik spesifik yang sedang dibutuhkan atau dialami. Dengan daftar isi yang terbagi ke dalam 35 bab spesifik, buku ini bagaikan ensiklopedia mini yang menjawab masalah-masalah keseharian secara praktis berdasarkan terang ayat suci.

Kekurangan

Banyaknya Bab yang dibahas dalam buku ini, membuat pembahasan dari masing-masing Bab cenderung ringkas dan dan  terbatas. Namun, tetap tidakmengurangi Esensi pesan yang disampaikan.

Rekomendasi

Buku Keberkahan Al-Qur'an adalah sebuah referensi yang sangat berharga dan direkomendasikan bagi siapa saja yang ingin merasakan kehadiran Al-Qur'an sebagai solusi nyata dalam hidup. Uraian di dalamnya membuktikan bahwa nilai-nilai spiritualitas Al-Qur'an sangat inspiratif untuk menata diri sendiri, keluarga, maupun kehidupan sosial kemasyarakatan di era modern.

Biografi Peresensi

Elan Jaelani Sidiq, guru di SD Islam Al Syukro Universal dan dosen di Institut Agama Islam Suryani Thaher dan STAINU Tajurhalang Bogor. Selain itu, ia juga merupakan pendiri dan ketua komunitas "Terus Menulis"


Komentar